
Miliki memang lah menyenangkan. Terlebih saat hangout, semakin sahabat berkumpul rasanya semakin meriah. Namun, dibalik kemeriahan itu, ada negatif muncul, mengkonsumsi minuman beralkohol bertambah .
Hasil tersebut diperoleh dari studi dilakukan 183 orang dewasa dari kampus di wilayah Swiss berbahasa Perancis. Mereka dihubungi lewat surat elektronik isi kuesioner via internet.
catatan saja, menurut Johannes Thrul, dari Center for for Tobacco Control Research and Education, University of California, San Francisco, ini kalinya para periset memanfaatkan penilaian berdasarkan telephone pintar hidangan minuman keras di tengah malam guna mendalami tingkah laku minum dewasa dalam situasi nyata.
lima pekan, di Kamis, Jumat, Sabtu, mereka dikirimi enam pesan singkat antara pukul 20.00 11.00 di berikutnya. Pesannya mencakup tautan bagi mahasiswa melengkapi kuesioner lewat telephone pintarnya, termasuk juga pertanyaan berkenaan seberapa minuman beralkohol ditenggak berapa orang ada di sana.
berada di grup relatif Kamis. mengkonsumsi minuman beralkohol per jamnya menurun pukul 20.00 sampai malam. kecenderungan antara pukul 22.00 23.00 di Sabtu. lebih dari enam bagi laki laki lebih dari lima orang .
Menurut hasil riset dipublikasikan dalam jurnal Addiction, jumlah bertambah, minuman per jam dimakan ikut meningkat. , kebanyakan mencapai puncaknya 2,5 minuman per jam antara pukul 23.00 malam di Sabtu. Terhadap sama, 1,9 minuman per jamnya.
“Kesimpulan ditarik dari studi ini bahwa mengkonsumsi minuman keras itu saling berhubungan,” jelas Thrul. , lanjut Thrul, laporan mengonsumsi minuman ini dapat jadi kurang akurat disaat tengah malam partisipan jadi lebih mabuk.
Proses sosial terlibat dalam kehidupan tengah malam kayaknya mendorong konsumsi minuman lebih . Penjelasannya, menurut Ninette van Hasselt, kepala departemen Youth and Risky Behavior, Trimbos Institute, Utrecht, Belanda, status sosial mempunyai resiko lebih group lebih . Menyebabkan lebih berisiko seperti mengkonsumsi minuman, type tingkah laku ini bisa berkontribusi pada status .
Penjelasan yang lain bahwa kemampuan dari norma atas mengkonsumsi minuman meningkat ukuran group. beberapa orang kerap tak menyadari proses pengaruh sosial ini.
Ditambahkan van Hasselt, orang condong berpikir bahwa mengonsumsi alkohol mereka akibat dari niat mereka sendiri. Cuma saja, situasional mempunyai pengaruh lebih daripada disadari beberapa orang.
Ini artinya, bagi mereka mau membatasi asupan minuman beralkohol, sebaiknya hindari kehidupan tengah malam.
